
Sekolah Alam Pacitan melaksanakan program tahunan sekolah explore dalam negeri yang biasa disebut dengan Backpaker Field Trip pada Jumát (21/02/2025). Pulau Bali dan Pulau Lombok menjadi destinasi kunjungan Field Trip tahun ini dengan menggunakan transportasi mobil, kereta, dan kapal. Kegiatan Field Trip ini dilaksanakan mulai tanggal 21 – 27 Februari 2025 dengan peserta sebagian anak-anak kelas 6. Kegiatan ini bertujuan untuk belajar dan mengenal tentang budaya, pariwisata, dan pendidikan yang ada di Pulau Bali dan Pulau Lombok.
Minggu (23/02/2025) anak-anak sampai di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka belajar tentang sejarah Sirkuit Mandalika yang merupakan sirkuit balap internasional yang menjadi tuan rumah di berbagai acara balap bergengsi, termasuk MotoGP, World Superbike. Perjalanan dilanjutkan ke Desa pengrajin gerabah bernama Banyumulek. Disana mereka belajar tentang cara membuat gerabah bersama dengan ahlinya.
Mereka juga berkunjung ke sekolah-sekolah yang ada di Lombok, mulai dari sekolah lokal hingga internasional. Salah satunya Pesantren Alam Sayang Ibu, mereka bersilaturahmi dan belajar mengenai pembelajaran disana. Santri di pesantren tersebut juga mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang.
Tidak berhenti disitu, mereka juga berkunjung ke sekolah yang ada di Bali yaitu Bali Island School sebuah sekolah internasional di Sanur, Denpasar, Bali. Banyak inovasi, sistem pendidikan, tata tertib, teknologi, serta penataan kelas bisa kita pelajari disana. Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Mr Bangun Naruttama, selaku Kepala Sekolah Alam Pacitan bersama dengan Mrs Made Yunita selaku Bali Island School SPK Principal melakukan perjanjian kerjasama antara Sekolah Alam Pacitan dengan Bali Island School.
Selanjutnya, mereka belajar tentang tata cara pengolahan dan pengelolaan sampah di Desa Adat Cemenggaon, Bali dan tercatat dalam Rekor MURI Desember 2022 sebagai Desa Adat dalam Penanganan Sampah Berbasis Sumber Dengan Sistem Pesan-pede (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan). Seluruh rumah warga miliki teba modern. Sampah anorganik ditabung di bank sampah Sami Asri bekerja sama dengan pengepul Mang Adi Bali (MAB) Recycle yang berlangsung setiap bulan.
Kegiatan Backpaker Fieldtrip ini mengenalkan kepada anak-anak inovasi pembelajaran diluar Sekolah Alam Pacitan dan juga melatih mental anak, serta turut andil dalam mengenalkan budaya serta pariwisata yang ada di Kabupaten Pacitan ke wisatawan lokal maupun internasional. Mereka juga menampilkan tari eklek dan tari keling di setiap sekolah yang mereka kunjungi.